Tuesday, 26 May 2015
Diberu-diberu
Monday, 11 May 2015
Apong
Saturday, 9 May 2015
Konferensi Meja Bundar Pengobat Gundah
![]() | |||||
| Komitmen 600-an peserta dari 47 negara. |
Sumber Gambar: https://www.facebook.com/414Window/photos/a.179668342111403.45096.156099101134994/826664760745088/?type=1
Tuesday, 16 December 2014
Apalah Artinya Kata-kata?
Thursday, 2 October 2014
Renungan-renungan Sepele di Tahun Baru
Wednesday, 30 April 2014
Niat Menjelma
Sebaik apakah kita bagi orang lain?
Sebaik apakah kita bagi diri sendiri?
Biasanya orang-orang yang menganggap dirinya baik kalau melakukan kesalahan yang berakibat buruk pada orang lain pasti minta maaf dan setelah itu terungkap atau tidak ia akan menganggap dirinya sebenarnya tidak berniat buruk, atau sebenarnya ada sedikit niat buruk tapi tidak sejauh itu, tapi entah kenapa akhirnya jadi begitu, yang pasti tadinya ia berniat baik, dan seterusnya.
Niat menjelma laku menghasilkan dampak.
Ada sekelompok masyarakat di Dusun Laipori, Desa Palakahembi, yang terkena dampak angin kencang beberapa bulan lalu. Tidak kurang dari empat rumah mereka hancur, termasuk juga di dalamnya bangunan Paud yang dipakai belajar oleh dua puluhan anak.
Mereka cinta rumahnya, tanahnya, anak-anaknya dan sebagainya. Oleh karena itu mereka terus bergotong royong membangun rumah kembali dari bahan-bahan yang terselamatkan. Beberapa pihak pernah menjanjikan membangun kembali rumah-rumah tersebut yang kemudian belum pernah terealisasi.
Namun bagi mereka, rumah adalah rumah, kecintaan adalah cinta yang mewujud pekerjaan membalikkan tanah-tanah keras berbatu, membelahpaku berkeping-keping kayu di Tengah angin kencang. Menularkan semangat kepada anggota keluarga yang perlu dilindungi (lansia, ibu menyusui dan anak-anak) Menjelma kebahagiaan untuk semua orang. Bagi mereka tak perlu menunggu untuk bahagia.
Niat yang tak menjelma tidaklah benar-benar ada.
Saya beberapa kali membatalkan janji kunjungan/nongkrong/ketemuan/teleponan dengan teman/mitra/saudara/kenalan/kelompok karena beberapa alasan. Padahal Bukan karena alasan-alasannya, yang jelas niat tak menjelma.
Saya sering melontarkan komentar yang akhirnya membuat orang terluka. "Saya tidak bermaksud buruk, becanda kok....." alasan-alasan klise sejenis sering menjadi tameng. Apakah ada niat yang tak menjelma?
Saya melewatkan jadwal-jadwal Doa, komitmen-komitmen yang saya buat di awal tahun, melanggar kesepakatan dengan diri saya sendiri, dengan-Nya. Apakah niat itu?
Yang jelas ketika niat sungguh, ia menjelma.
Menjelma berdampak kebaikan terhadap orang lain terutama diri sendiri. Diri yang dititahkan-Nya untuk siap dituai.
Monday, 17 March 2014
Pesan Cinta
Pertanyaannya, siapa satu orang yang paling akan anda ingat? Apa kalimat terakhir yang paling anda ingin ia tahu?
Pasti kita sering mendapat pertanyaan semacam itu Atau sering membayangkannya. Nyatanya, kejadian benarannya tidak akan datang segampang pertanyaan tersebut. Jadi, dari mana kita bisa tahu Bagaimana kita bisa menjawab pertanyaan tersebut?
Bulan lalu, di sekolah minggu, kami membagi-bagikan kertas warna-warni berbentuk hati kepada anak-anak di kelas 3-6 SD. Instruksinya adalah:"Tuliskan pesan yang paling ingin kamu sampaikan kepada satu orang yang paling kamu ingat dan peduli saat ini"
Dalam beberapa menit saja anak-anak sudah sibuk menulis sana-sini. Mereka kelihatan antusias sekali sampai-sampai yang belum bisa menulis juga minta dituliskan pesannya oleh kakak-kakak mereka.
Yang menarik adalah banyak di antara mereka yang menulis pesan untuk orangtua, urutan kedua adalah teman mereka. Ada pesan-pesan yang ditujukan untuk orangtua mereka yang sudah lama tak pulang ke rumah yang isinya bahwa mereka mencintai orangtuanya tersebut, walaupun kepastian orangtuanya akan kembali belum ada. Ada pula pesan cinta yang ditujukan kepada orangtua yang justru sering berkata Atau bertindak kasar kepada mereka.Saya orang dewasa yang terkadang lalai menanggapi perasaan anak-anak, terkadang Lupa bagaimana rasanya Jadi anak-anak, dan terkadang mengabaikan bahwa anak-anak adalah subjek juga, masih harus belajar dari mereka untuk 'gampang melupakan', 'gampang mengabaikan', dan 'gampang mengalihkan' benci, luka, ketidaksukaan, kejengkelan, menjadi kasih. Tidak cukup sampai di situ saja, mereka pun tidak menyia-nyiakan kapan pun waktu yang ada untuk mengekspresikan kasih mereka tersebut. Begitu sederhananya namun berdampak.
Siapa orang yang paling anda peduli saat ini?
Apa pesan yang anda paling ingin ia tau?
Tentu anda tak akan membiarkan orang tersebut tau bahwa anda mengasihinya menjelang akhir dunia, Bukan?
